Intel i7

April 7, 2010 § Leave a comment

ika kompetitornya, AMD, masih berkutat dengan prosesor 4 inti, Intel sedikit lebih maju dengan menelurkan prosesor berbasis 6 inti. Bahkan berkat fitur HyperThreading yang dimilikinya, prosesor ini pun dapat disulap menjadi prosesor dengan 12 inti.

Dengan jumlah ‘otak’ yang sangat banyak, tentunya menjadikan Intel Core i7 980X sebagai prosesor desktop tercepat yang ada di pasaran. Lantas bagaimana performa prosesor yang awal peluncurannya dibanderol RP 12 juta ini?

Jika melihat spesikasi yang tertera, produk ini jelas merupakan pengembangan dari seri sebelumnya. Entah itu Intel Core i7 965, ataupun i7-975.

Selain memiliki clock yang lebih tinggi-3.33GHz-, prosesor ini juga telah mengadopsi fabrikasi yang lebih kecil yakni, 32nm. Hal ini tentu saja tidak membuatnya lebih ‘bertenaga’ namun juga diklaim memiliki konsumsi daya yang lebih rendah pula.

Berikut ini adalah spesikasi resmi untuk Intel Core i7-980X Extreme Edition:

* Frequency: 3.33GHz
* Jumlah Core: 6 x physical, 6 x logical
* Nama Sandi: Gulftown
* Packaging: LGA1366
* L1 cache: 32KB L1 data, 32KB L1 instruction per core
* L2 cache: 256KB per core, inclusive
* L3 cache: 12MB accessible by all cores, inclusive
* QPI: 6.4GT/sec
* Memory: Triple-channel DDR3-1,333MHz
* TDP: 130W
Karena bakal berkerja pada kecepatan yang lebih tinggi, prosesor ini hadir dengan pendingin yang lebih besar dari versi terdahulunya. Contoh prosesor yang diterima detikINET hadir dengan heatsink berpendingin 4 heatpipe pada sisi kiri dan kanan, lalu dengan diameter kipas yang cukup besar pula.

Instalasi pendingin yang tergolong jenis tower ini juga tidak sulit. Pengguna hanya perlu menempelakan bracket yang telah disediakan pada bagian belakang motherboard. Kemudian tinggal dilanjutkan dengan memutar keempat sekrup yang berada pada bagian bawah pendingain.

Meski tergolong besar, namun pendingin yang disertakan tampaknya masih belum mampu meredam panas yang dihasilkan oleh prosesor ini. Menurut aplikasi CoreTemp versi 0.99.5.27, pada kondisi full load prosesor ini dapat mencapai suhu hingga 73 derajat celcius.

Kondisi prosesor yang sedimikian panas itu ketika digunakan dalam chasis komputer yang tertutup, namun berada di dalam ruangan berpendingin Air conditioner (AC).

sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/03/22/142524/1322852/406/mencicipi-kesaktian-intel-core-i7-980x

Advertisements

Windows 7

April 7, 2010 § Leave a comment

Sebagian dari Anda mungkin sudah mendownload Windows 7 Beta bahkan mungkin sudah mencobanya. Bagi yang belum dan memang ingin mencobanya dan belum mendownload, Microsoft telah mengumumkan bahwa akses registrasi untuk mendapatkan product key dan download Windows 7 Beta diperpanjang dari yang sebelumnya 24 Januari 2009 menjadi 10 Februauri 2009. Untuk proses aktivasi untuk product key yang telah diperoleh masih dapat dilakukan setelah tanggal tersebut.

Misalnya nanti akses registrasi untuk mendapatkan product key telah habis waktunya, bisa dicoba menggunakan Windows 7 Beta Product Key yang berdasarkan pengalaman registrasi saya ternyata hanya menyediakan beberapa kode yang sama dan masing-masing dapat digunakan berulang-ulang.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan download dan mencoba menginstall adalah spesifikasi komputer minimum yang direkomendasikan agar nantinya Windows 7 Beta dapat berjalan. Berdasarkan informasi di situs Windows 7, spesifikasi minimum yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

*

1 GHz 32-bit or 64-bit processor
*

1 GB of system memory
*

16 GB of available disk space
*

Support for DirectX 9 graphics with 128 MB memory (to enable the Aero theme)
*

DVD-R/W Drive
*

Internet access (to download the Beta and get updates)

Penting juga diperhatikan selain spesifikasi tersebut adalah ketersediaan driver untuk hardware yang digunakan. Pada beberapa berita mungkin dituliskan jika Windows 7 beta sudah mendukung banyak driver hardware, dan bisa jadi memang begitu, tetapi bukan berarti untuk semua hardware. Untuk hardware-hardware tertentu ada kemungkinan tetap tidak dapat diinstall dengan driver yang sesuai baik melalui akses update driver online Windows maupun pada vendor hardware tersebut. Misalnya ketika saya menginstall pada notebook lama Compaq V2014, driver untuk video, audio, dan wifi, tidak ditemukan. Yang mungkin dapat dijadikan patokan, jika misalnya suatu hardware sudah didukung driver untuk Windows Vista, kemungkinan besar sudah pula tersedia driver untuk Windows 7 Beta.

Perkembangan VGA

April 7, 2010 § Leave a comment

VGA Card

Kartu VGA (Video Graphic Adapter) berguna untuk menerjemahkan output (keluaran) komputer ke monitor. Untuk menggambar / design graphic ataupun untuk bermain game.

Perkembangan & Pengembangan Hardware

VGA CARD terdiri dari 2 jenis :

Perkembangan VGA onboard

VGA onboard adalah unit pemroses yang telah menyatu pada motherboard, maka VGA card tidak diperlukan lagi. Keberadaan chipset VGA onboard ini tidaklah bersifat tetap karena VGA onboard ini dapat diatur untuk tidak aktif jika user ingin memasang VGA card yang diinginkannya.

Sejak IBM PC Original lahir tahun 1981 nyaris semua PC memiliki memori terpisah untuk frame buffer, yaitu block memori dimana gambar yang keluar di layar monitor dipetakan. Ini bukan masalah bagi sistem yang memiliki video monochrome berbasis karakter, karena frame buffer yang dibutuhkan cuma 2 KB. Tetapi GUI (Graphical User Interface) yang berbasis grafis modern yang memerlukan layar bit mapped beresolusi tinggi dan warna sejati sangat rakus memori. Layar beresolusi 640 x 480 pixel dengan warna 8 bit meminta frame buffer sebesar 300 KB, sementara layar beresolusi 1024 x 768 pixel dengan warna 24 bit memerlukan memori sebesar 2,25 MB. Frame buffer yang dedicated , berukuran tetap. Tidak perduli mode layar yang sedang digunakan, frame buffer harus mampu mengakomodasi resolusi paling tinggi dan kedalaman warna terbaik yang dapat didukungnya. Software tidak bisa memanfaatkan memori sisa dari frame buffer walaupun yang digunakan adalah resolusi rendah dan 16 warna.

Ini disebabkan oleh cara pemaketan Video Memori dan konfigurasinya dalam sub sistem grafis yang khusus. Dengan demikian, ber-Mega-mega byte memori tersia-siakan. UMA (Unified Memori Architecture) menyatukan frame buffer dengan memori utama. Dengan mengalokasikan RAM SECukupnya untuk menangani mode layar yang sedang digunakan. UMA memperkenalkan pemakaian memori sisa dari frame buffer untuk keperluan lainnya. Mengeliminasi frame buffer yang dedicated diharapkan mampu mengurangi biaya yang diperlukan untuk membeli sebuah PC. Banyak chipset yang telah mendukung/menggunakan teknologi UMA, seperti Weitek, Opti, VLSI, SiS, Cirrus Logic, dsb. Kenyataan yang harus diterima adalah sistem UMA menurunkan kinerja PC, ini terjadi saat CPU dan kontroler grafis mengakses memori utama pada saat yang sama. Maka dari itu sistem UMA disediakan terutama untuk sistem PC Low End yang murah.

Perkembangan VGA Independen (dengan kartu VGA)

Sejak sistem PC IBM pertama, didalam komputer pasti ada unit kartu grafis, entah itu CGA, EGA, MCGA , VGA, atau yang lain. Dengan menggunakan kartu VGA independen/bukan onboard maka akan didapatkan kinerja yang lebih baik daripada sistem yang menggunakan UMA. Seiring dengan perkembangan teknologi komputer, perkembangan teknologi di bidang kartu grafik (VGA Card) juga berkembang pesat. Jika dulu sebuah kartu grafis 8 bit dengan memori 512 KB yang dapat menampilkan 256 warna pada resolusi 640 X 480 sudah cukup, maka sekarang tidak lagi. Ukuran untuk Chip Set/prosesor pada kartu grafik bukan hanya 8 atau 16 bit, sekarang sudah mencapai 128 bit. Kemampuan dari kartu grafik pun meningkat jauh. Kebutuhan minimal untuk komputer multimedia adalah kartu grafik 64 bit dengan memori 1 MB.

Kartu VGA menggunakan beberapa macam memori seperti:

DRAM (Dynamic RAM)

berkecepatan 80 ns atau 70 ns, ada juga MD-RAM (Multiple Dynamic RAM) yang menggunakan DRAM berlapis. DRAM digunakan pada banyak kartu grafik 8, 16, atau 32 bit. Penggunaan DRAM ditujukan untuk komputer tingkat entry level, yang tidak memerlukan kecepatan tinggi dan warna yang banyak.

EDO RAM

berkecepatan 60 ns sampai 35 ns, EDO RAM banyak ditemui pada kartu grafik 64 bit. EDO RAM yang umum dipakai mempunyai speed 60 MHz 60/40ns. Contoh kartu VGA yang menggunakan memori EDO adalah WinFast S280/S600 3D, Diamond Stealth 2000 3D, ATi Mach 64, dsb.

VRAM (Video RAM)

berkecepatan 20 atau 10 ns, VRAM lebih mahal dibandingkan DRAM karena VRAM lebih cepat dari DRAM. Penggunaan VRAM pada kartu VGA ditujukan untuk komputer kelas atas. VRAM biasa dipasang pada VGA yang dikonsentrasikan untuk desain grafis. Contoh kartu VGA yang menggunakan VRAM adalah Diamond Fire GL, Diamond Stealth 3000 3D, Diamond Stealth 64, dsb.

SGRAM (Synchronous Graphic RAM)

berkecepatan kurang dari 10 ns, SGRAM pada kartu VGA juga berdasarkan pada teknologi SDRAM pada memori utama komputer. SGRAM banyak digunakan pada kartu grafik kelas tinggi yang mempunyai kemampuan 3D accelerator. Contoh dari kartu VGA yang menggunakan SGRAM adalah Matrox MGA Millenium, Matrox Mystique 3D, Diamond Stealth II S220, Diamond Viper, ASUS 3D Explorer, ATI Rage II 3D Pro, dsb.

RAMBUS

penggunaan RAMBUS pada VGA card komputer masih sedikit (RAMBUS adalah memori yang digunakan pada mesin-mesin game Nintendo, Sega, sejauh ini hanya kartu grafik produksi Creative Labs (MA-302, MA-332 Graphic Blaster 3D dan Graphic Blaster xXtreme) yang menggunakannya.

Chipset/prosesor pada kartu VGA, banyak sekali macamnya karena tiap-tiap pabrik kartu VGA memiliki Chipset andalannya. Ada banyak produsen Chipset kartu VGA seperti NVidia, 3DFX, S3, ATi, Matrox, SiS, Cirrus Logic, Number Nine (#9), Trident, Tseng, 3D Labs, STB, OTi, dan sebagainya.

Graphic Accelerator

Chipset-chipset masa kini sudah memasukkan kemampuan akselerasi 3D built in pada kartu VGA. Selain kartu VGA, sekarang ada pheriperal komputer pendukung yang dinamakan 3D accelerator. 3D accelerator berfungsi untuk mengolah/menterjemahkan data/gambar 3D secara lebih sempurna. Akselerator 3D yang keberadaannya tidak memerlukan IRQ lagi mampu melakukan manipulasi-manipulasi grafik 3D yang kompleks. Contohnya pada game-game 3D bisa ditampilkan citra yang jauh lebih realistis. Sebab banyak fungsi pengolahan grafik 3D yang dulunya dilakukan oleh prosesor pada motherboard, kini dikerjakan oleh prosesor grafik 3D pada 3D accelerator tersebut. Dengan pembagian kerja ini maka prosesor dapat lebih banyak melakukan kerja pemrosesan yang lain. Selain itu programmer tidak perlu membuat fungsi grafik 3D, karena fungsi tersebut sudah disediakan oleh akselerator 3D. Chipset 3D pada kartu VGA tidak sebaik jika menggunakan 3D accelerator sebagai pendukungnya (3D accelerator dipasang secara terpisah bersama dengan kartu VGA). Meskipun begitu Chipset 3D pada kartu VGA juga mendukung ‘beberapa’ fasilitas akselerasi 3D pada 3D accelerator.

Sebagai catatan penting bahwa, fungsi 3D accelerator akan optimal jika Software/game yang dijalankan memanfaatkan fungsi-fungsi khusus pada 3D accelerator tersebut. Software/game yang mendukung fasilitas ini mulai berkembang, yang sudah terkenal adalah dukungan terhadap 3D accelerator yang memiliki chipset VooDoo 3D FX, Rendition Verite, dan Permedia 3D Labs.

Sumber : http://buletin.melsa.net.id/jul/1014/vga.htm

New Gadget Blackberry magnum

April 7, 2010 § Leave a comment

ONTARIO, KOMPAS.com – Meski belum ada kepastian, dua spesifikasi produk baru yang kemungkinan besar akan dirilis BlackBerry sudah beredar di internet. Kedua produk tersebut kemungkinan diberi nama BlackBerry Magnum BlackBerry Pluto.

Sesuai datasheet yang diberi status belum lengkap di situs PDADB, kedua-duanya dilaporkan sebagai penerus Bold. BlackBerry Pluto memiliki kode Bold 9900 sedangkan Magnum memiliki nama resmi Bold 9220.

Meski disebut-sebut penerus Bold, bentuk Pluto lebih mirip Curve 8900 (Javelin). Hanya saja, Pluto sudah mendukung 3G tidak hanya sampai EDGE. Selain itu, navigasinya ganda selain keyboard QWERTY ada layar sentuh (touchscreen). Sistem operasi RIM BlackBerry 4.7.

Sementara BlackBerry Magnum bentuknya mirip sekali dengan BlackBerry Onyx yang juga masih belum dirilis. Bedanya, Onyx kemungkinan besar sudah menggunakan trackpad optik sedangkan Magnum masih memakai trackball. Produk ini mengunggulkan kecepatan prosesornya yang menggunakan Marvell PXA930 624 MHz.

Ada beberapa hal yang membedakan antara Magnum dan Pluto di samping tampilannya. Jika Magnum menggunakan sistem operasi RIM BlackBerry OS 4.6, Pluto sudah menggunakan versi 4.7. Namun, Magnum mendukung HUPA sedangkan Pluto baru HSDPA (high speed downlink packet access).

Namun, banyak fitur keduanya sama saja. Misalnya memori RAM dan ROM masing-masing 128 MB dan mendukung eksternal ROM hingga 1 GB. Juga sama-sama menggunakan kamera 3,1 megapiksel dan layar TFT 65.000 warna. Kedua-duanya juga diperkirakan akan dirilis September 2009 seperti halnya Onyx.

sumber : http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/03/17263011/BlackBerry.Pluto.dan.Magnum.Segera.Menyusul

Where Am I?

You are currently viewing the archives for April, 2010 at Anakkingkong's Blog.